Saturday, 25 March 2017

LIMA PRINSIP KEBAHAGIAAN



Pengantar
Tulisan ini saya dapatkan dari grup JDG. Mas Julius Widiantoro membagikannya kepada kami rekan-rekannya. Menurut beliau, tulisan ini adalah gagasan Bapak SCA Deza Zulfahmi yang adalah salah satu pebisnis sukses K-Link di Indonesia. Semoga tulisan beliau bermanfaat bagi semua pembaca blog, khususnya para pelaku bisnis Multi Level Marketing yang ada dalam jaringan Bapak SCA Deza Zulfahmi. (Thomas)

LIMA PRINSIP KEBAHAGIAAN

1. Lakukan hal kecil yang Anda sukai, misalnya hobby Anda. Selain mengetahui cara mewujudkan apa yang Anda cari, Anda juga harus bisa menguasai cara membahagiakan diri Anda sendiri. Sesekali no problem if you do something that you like seperti hangout bareng teman, nonton film, bernyanyi, berenang, makan bareng tanpa takut gemuk, etc.

2. Miliki hubungan yang baik dengan siapapun. Jangan suka pasang wajah jahat, please. Siapa pun itu, Anda tidak tahu besok kita menjadi siapa. Maka jangan pernah meremehkan orang lain hanya karena di masa lalu atau sekarang dia terlihat rendah di bawah kita. Jadilah orang yang kehadirannya selalu dinantikan dan dirindukan. It's the reason why we must have relationship with others.

3. Ada peningkatan dalam hal apa pun seperti pekerjaan, karir dan harta.Eits..., jangan hanya melihat dunia, guys. Peningkatan ketenangan bathin dan ibadah pun juga mampu memberikan kebahagian jiwa yang luar biasa. So, let's do everything maximally.

4. Bakat atau skill Anda dihargai dan dibutuhkan orang lain. Sungguh, kebahagian terbesar adalah ketika kita bisa menjadi alasan orang lain berbahagia. Ketika apa yang kita miliki dapat bermanfaat dan bahkan dibutuhkan orang lain. Oh, it's so amazing.

5. Temukan hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Guys, ketika Anda merasa hidup amat sesak hingga berputus asa, maka Anda akan membesarkan hati Anda sendiri atau mendapat nasihat dengan kata "sabar, ambil saja hikmahnya". Tapi apakah semua orang bisa menemukan hikmah itu? Ketika semua kejadian dapat menjadi jalan kita selangkah lebih dekat dengan Tuhan, “ingat, tidak hanya kejadian yang melow saja, karena hikmah ada di setiap kejadian.

Emas ukurannya karat, manusia ukurannya manfaat, selamat mencoba. Jangan lupa bahagia!

K-Link solusi hidupmu

Friday, 10 March 2017

APA PERBEDAAN SIKAP PESIMIS ATAU OPTIMIS DALAM BISNIS?



Tulisan berikut ini adalah penuturan Dato' DR. H. Md. Radzi Saleh, yang saya dapatkan dari sahabat dan guru saya Mas Julius Widiantoro dan beliau kirim melalui pesan Whatsapp.  Dato' DR. H. Md. Radzi Saleh adalah pemimpin K-Link di Indonesia saat ini. Semoga berguna bagi para pembaca blog saya. (Thomas)


PESIMIS ATAU OPTIMIS


‘A Pessimist‘ (Orang yang cepat berputus asa melihat kesulitan di setiap kesempatan
‘An Optimist‘ (Senantiasa melihat yang baik) melihat kesempatan di setiap kesusahan

Kata-kata ini sering kita dengar daripada tokoh-tokoh pemimpin yang sukses. Sekiranya kita amati dan pahami mesej yang ingin disampaikan adalah pilihan untuk sukses terdapat dimana-mana. Apa yang harus dilakukan adalah merubah cara kita berfikir daripada pessimist kepada optimist.

Orang yang optimist kata-kata gagal itu tidak ada dalam benak fikiran mereka dan senantiasa berprasangka baik terhadap peluang-peluang yang dihidangkan. Setiap kegagalan yang ditempuh akan dinikmati bukan diratapi, minimal dia telah mencoba untuk melakukan dan mengetahui potensi dirinya dalam menghadapi pekerjaan tersebut. Banyak kemungkinan yang membuat kegagalan tersebut seperti kurang pengetahuan, waktu tidak sesuai, salah lokasi dan sebagainya.

Anda mungkin pernah mendengar kisah saya saat berhijrah ke bumi Indonesia ini. Walaupun di satu tempat yang baru dan asing buat saya, tanpa teman dan saudara mara, saya tetap mengambil peluang dan tantangan ini sebab di kala itu saya tidak mempunyai pilihan lagi kecuali harus sukses demi memiliki keluarga yang bahagia dan terlepas dari beban masalah kewangan.

Saya juga melihat setiap kesulitan itu sebagai satu kesempatan untuk sukses. Salah satu masalah berat yang harus saya lalui adalah cara berfikir orang Indonesia terhadap bisnis MLM yaitu harus cepat kaya, investasi besar dan negatif terhadap bisnis MLM dari Malaysia.

Kekurangan dan kelemahan tersebut saya jadikan sebagai satu kekuatan dengan meyakini leaders yang bergabung, agar jangan berbicara mau kaya dahulu tetapi bicara membangun karier dan untuk membangun karier harus memiliki ilmu yang dilakukan secara sistematik. Jangan menjanjikan sesuatu yang terlalu besar dan investasi harus sederhana ‘commit’ dengan apa yang kita janjikan.

Alhamdulillah dengan cara yang cukup sederhana, kita telah bisa menjadikan K-Link sebagai sebuah perusahaan yang besar dan memiliki banyak orang yang benar-benar sukses di bisnis ini sehingga sekarang mereka bukan sahaja memiliki rangkaian di Indonesia tetapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan dan sebagainya. Ini sebenarnya cara memulakan bisnis MLM yang benar, investasi kecil tapi penghasilannya besar. Sekiranya gagal pun tidak akan membuat mereka merana dan kita tidak akan terbeban dengan kerugian mereka.

Selain daripada itu pastilah dengan senantiasa berdoa kepada Allah SWT seperti pesan Rasullah,
“Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan penerang langit dan bumi” (HR. Tirmidzi)

Jangan sesekali berdoa dengan hanya menyuarakan doa dengan lisan semata, sedangkan hati dan fikiran sama sekali tidak ingat kepadaNya. Selain daripada itu kita harus meyakini bahawa doa yang kita panjatkan kepadaNya pasti akan dikabulkan seperti sabda Rasullah SAW.

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa yang dipanjatkan dengan hati yang lalai dan lengah!” (HR. Tarmidzi dan Hakim)

Akhir kata teman-teman dan sahabat saya, disaat Anda telah memulakan langkah Anda menuju sesuatu pekerjaan yang lebih baik, jangan sesekali menoleh kebelakang lagi, teruskan perjuangan Anda dan optimist dengan pekerjaan Anda.

Friday, 3 March 2017

KEJUJURAN DAVID G. BOOTH



 Ini adalah kelanjutan dari kisah David G. Booth.

JUJUR DALAM HAL KECIL, TUHAN PERCAYAI DALAM HAL BESAR

Bagian kedua



Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan.”



Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk Anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana.”



“Hore!,” David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama menghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen! Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti.  Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu, lalu bermaksud mencari pekerjaan.



Dalam sekejap liburan telah tiba dan David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket. Ia menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan.



Si boss supermarket memberitahu David bahwa ia boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung. Boss supermarket itu merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama ia adalah orang yang seksama dan ia mutlak bisa dipercaya membenahi gudang.



David bekerja dengan sangat giat; boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel. Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya.



Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan.”



Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.



Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan. Tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000.



Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: “Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah perusahaan Anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin; bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga dan mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan Anda sebagai rasa terima kasih saya.”



Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: “Selamat atas kesuksesan kuliah Anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan.”



Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum. Itu adalah gedung perusahaan Dimensional Fund Advisors. David adalah co-founder and co-CEO of Dimensional Fund Advisors (bersama dengan Rex Sinquefield dan Eduardo Repetto). Selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal, khususnya untuk alma maternya: the University of Chicago Graduate School of Business.



Sahabatku,


Percayalah, bahwa Tuhan tidak akan tinggal diam bila kita selalu berdoa dan berharap padanya. Tuhan hanya butuh kesetiaan kita dalam perkara kecil sekalipun untuk dipercayai sebuah perkara yang lebih besar.



Anda dapat pula membaca bagian pertama disini.