Wednesday, 5 April 2017

HORMATILAH ORANG TUAMU



Pengantar:
Saya memperoleh tulisan ini dari Mas Agustinus Sukandar di grup WA JDG pagi tadi. Isinya bagus dan saya bagikan kepada Anda. Semoga berguna. (Thomas)

Di salah satu tempat di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat; ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapa pun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.

JADIKAN ORANG TUAMU RAJA, MAKA REZEKIMU SEPERTI RAJA

Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi pengusaha, pengusaha baja dan pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan menjawab dengan singkat: “Jadikan orang tuamu Raja, maka rezekimu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja. Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.

Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan orang tua seperti Pembantu. Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja. Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu. Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.”

Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar. Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan. Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. UANG bisa dicari, ilmu bisa digali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.

Sunday, 2 April 2017

I REALLY LIKE THIS



Tulisan ini saya dapatkan dari guru dan sahabat saya, Bp. Fred Mandolang. Beliau menuliskannya di grup Whatsapp Schola Cantorum Gregorianum Bogorensis (SCB). Semoga berguna bagi Anda semua. (Thomas)

We are born into this world in our own crying, but leave the world in others' weeping. The process in between is called life. God is very interesting; cat likes to eat fish, but cat can't go into the water; fish likes to eat earthworms, but fish can't go up to the land. Life is, while we possess something, we also lose something; while we grab, we also let go. Life is not all roses by any means, and in life, not everything is to the desire of our hearts.

So, don't be too serious with others because it is not worth it; don't be too serious with your own selves because you can't afford to hurt yourselves; don't be too serious over the past because it is meaningless; and do not be too serious with present because we must move on!  

In this world, nothing is yours, only the healthy body is yours.

Dear friends, classmates, comrades, relatives, brothers and sisters, please take care of your own bodies.

This saying is very philosophical; I am sharing with all the people I know, in the hope for same inspiration:

Don't show off your money as it becomes wastepaper when you die;
don't show off your job as many people will do better than you after you leave ; 
don't show off your house as it becomes someone else's home after you leave ;
don't show off your car as the car keys will be in the hands of others after you leave!

What you can show off is your health. When others are all gone, you can go anywhere, drink tea, and enjoy a healthy life. Health is our responsibility; the only thing that belongs to us in this world is our own bodies. So, take good care of it! Jaga kesehatan Anda.

(AO)

Saturday, 1 April 2017

TIGA JENIS UANG


Tulisan pendek ini saya dapatkan dari Bp Elhendri, seorang sahabat yang suka berbagi tulisan menarik lewat grup Whatsapp. Intinya, kita perlu belajar menguasai Cara Mengelola Uang. Semoga berguna untuk kita semua.
(Thomas)

Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing": Di dunia ini ada "3 jenis" uang misterius, yang semakin kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat!



Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri.



Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan! Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin, dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja gak bakal kelaparan. Meskipun kamu akan bilang, "buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!"



Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti.


Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan. Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup, bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?; Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang, tidak perlu memberikan uang pada orang tua! Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tuamu, uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin. Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua! Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia, adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua! Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!



Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal.


Asal ada uang lebih, donasikan lah itu. Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih (kurang beruntung) dari kita. Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal. Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti dirimu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.


Bagaimana Cara Cepat Jadi Boss? Klik Di Sini.

Friday, 31 March 2017

BERANI MELEPASKAN DIRI DARI KETAKUTAN

Suatu hari seorang raja mendapat hadiah dua ekor anak burung elang. Lalu dia berpikir, “Akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi.” Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih dua elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor, “Seekor elang telah terbang tinggi dan melayang-layang di angkasa.”

Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya. Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini, namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan atau membuat elang ini terbang. Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian raja bertemu dengan seorang petani yang sangat mengenal sifat-sifat elang. Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi. Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani tentang apa yang telah petani lakukan. Petani itu menjawab, "Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya. Dahan itu yang membuatnya selama ini NYAMAN sehingga MALAS untuk terbang."

Kita dilahirkan sebagai PEMENANG. Kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat, yaitu : KETAKUTAN. Tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya. Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan hingga takut dan tidak mau melepaskannya.

Ketakutan itu dapat berupa: Takut capek, Takut ditolak, Takut kerja keras, Takut mencoba, Takut rugi, Takut ribet, Takut gak berkembang, Takut gagal, Takut pindah, Takut repot, Takut di ejek, takut gak bisa, Takut investasi, Takut prospek, Takut follow up, Takut sharing, Takut belajar, Takut mengembangkan diri, Takut... Jadi Pemimpin, dll., dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing-masing.

Lepaskan segala ketakutan itu; lepaskan zona kenyamanan itu; kenali dirimu dan tumbuhkan kekuatan dan rasa percaya dirimu. Maka kamu TERBANG TINGGI. Kenali dirimu dan potensimu karena Takdir kita adalah seorang Pemenang.

Berani bermimpi; Berani melangkah; Berani berjuang habis-habisan; Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi.

*DREAM - PRAY - ACTION*


Terima kasih kepada Kaleb Ganadi, murid dan sahabat baik saya, yang mengirimkan tulisan ini kepada saya melalui pesan Whatsapp.

Saturday, 25 March 2017

LIMA PRINSIP KEBAHAGIAAN



Pengantar
Tulisan ini saya dapatkan dari grup JDG. Mas Julius Widiantoro membagikannya kepada kami rekan-rekannya. Menurut beliau, tulisan ini adalah gagasan Bapak SCA Deza Zulfahmi yang adalah salah satu pebisnis sukses K-Link di Indonesia. Semoga tulisan beliau bermanfaat bagi semua pembaca blog, khususnya para pelaku bisnis Multi Level Marketing yang ada dalam jaringan Bapak SCA Deza Zulfahmi. (Thomas)

LIMA PRINSIP KEBAHAGIAAN

1. Lakukan hal kecil yang Anda sukai, misalnya hobby Anda. Selain mengetahui cara mewujudkan apa yang Anda cari, Anda juga harus bisa menguasai cara membahagiakan diri Anda sendiri. Sesekali no problem if you do something that you like seperti hangout bareng teman, nonton film, bernyanyi, berenang, makan bareng tanpa takut gemuk, etc.

2. Miliki hubungan yang baik dengan siapapun. Jangan suka pasang wajah jahat, please. Siapa pun itu, Anda tidak tahu besok kita menjadi siapa. Maka jangan pernah meremehkan orang lain hanya karena di masa lalu atau sekarang dia terlihat rendah di bawah kita. Jadilah orang yang kehadirannya selalu dinantikan dan dirindukan. It's the reason why we must have relationship with others.

3. Ada peningkatan dalam hal apa pun seperti pekerjaan, karir dan harta.Eits..., jangan hanya melihat dunia, guys. Peningkatan ketenangan bathin dan ibadah pun juga mampu memberikan kebahagian jiwa yang luar biasa. So, let's do everything maximally.

4. Bakat atau skill Anda dihargai dan dibutuhkan orang lain. Sungguh, kebahagian terbesar adalah ketika kita bisa menjadi alasan orang lain berbahagia. Ketika apa yang kita miliki dapat bermanfaat dan bahkan dibutuhkan orang lain. Oh, it's so amazing.

5. Temukan hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Guys, ketika Anda merasa hidup amat sesak hingga berputus asa, maka Anda akan membesarkan hati Anda sendiri atau mendapat nasihat dengan kata "sabar, ambil saja hikmahnya". Tapi apakah semua orang bisa menemukan hikmah itu? Ketika semua kejadian dapat menjadi jalan kita selangkah lebih dekat dengan Tuhan, “ingat, tidak hanya kejadian yang melow saja, karena hikmah ada di setiap kejadian.

Emas ukurannya karat, manusia ukurannya manfaat, selamat mencoba. Jangan lupa bahagia!

K-Link solusi hidupmu