Thursday, 15 March 2018

KISAH JACK MA, ORANG TERKAYA KEDUA DI CHINA PEMILIK ALIBABA.COM (BAGIAN I)

Ini adalah bagian pertama dari kisah Jack Ma. Saya mengambil seluruh tulisan ini dari www.kompas.com - 23/01/2017, 11:46 WIB. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Jack Ma, Orang Terkaya Kedua di China Pemilik Alibaba.com", https://tekno.kompas.com/read/2017/01/23/11460717/kisah.jack.ma.orang.terkaya.kedua.di.china.pemilik.alibaba.com.

Selamat membaca.

Jack Ma berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya kedua di negerinya.

”Saya menjalani hidup yang pahit,” kata Jack, bernama asli Ma Yun, pada Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Januari 2015. ”Saya juga bukan dari keluarga berada dan berkuasa,” lanjutnya.

Lahir di era komunisme yang kaku membuat Jack terbiasa dengan kehidupan keras. Jack hidup normal sebagaimana anak-anak lain di Hangzhou, sekitar 250 kilometer di sebelah barat  Shanghai. Hangzhou dikenal sebagai kota kebudayaan dengan kehadiran turis asing. Saat memasuki sekolah, sejak SD sampai SMA, Jack perlu berkali-kali tes karena tidak hebat secara akademis. Pernah gagal masuk universitas ternama, ia kuliah setara program D-3 di Sastra Inggris Hangzhou Normal University, lulus tahun 1988. ”Ini universitas berkualitas kelas tiga atau empat secara nasional,” katanya.

Ketika KFC membuka cabang di Hangzhou, Jack melamar. Dari 24 pelamar, hanya dia yang gagal. Ia juga kandas menjadi polisi. ”Kegagalan menjadi bagian perjalanan hidup saya,” katanya. Jack mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris di Hangzhou. Para murid senang dengan cara Jack mengajar.



Semasa kuliah, ia memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sebagai pemandu gratis bagi turis. Dengan sepeda, ia menghampiri hotel yang ramai turis untuk mempraktikkan ilmunya. Dari peran ini, Jack memiliki sahabat pena yang kesulitan melafalkan nama Ma Yun sehingga kemudian memanggilnya ”Jack”.

Kemampuan bahasa Inggris memberi Jack kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 1995. Ketika itu, ia diminta menjelajahi dunia lewat internet yang baru muncul.

”Tidak, tidak, tidak,” katanya, karena komputer barang mahal dan dia tak paham. Jack tetap diyakinkan untuk mencoba. ”Pertama kali, saya mencari bir. Saya menemukan produk bir dari sejumlah negara, tetapi tak satu pun asal Tiongkok.” Dia pun terinspirasi membuatkan situs berisi informasi produk-produk buatan Tiongkok.

Kembali ke Tiongkok, Jack bekerja di kementerian luar negeri dengan menawarkan jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet. Bukan tipe pegawai negeri dengan birokrasi berbelit-belit, ia mundur dari pemerintahan.

Pada 1999, bersama rekannya, ia merintis situs bernama Alibaba, yang mempertemukan pembeli dan penjual produk di seluruh dunia. Ia terinspirasi situs Amazon. Belajar dari situs lelang e-Bay, ia mendirikan Taobao. Pengaruh Google menginspirasinya menciptakan mesin pencari berbahasa Mandarin.

Banyak Sahabat

Jack seorang periang dan punya banyak sahabat. Istrinya, dulu sahabat di kampus, Zhang Ying, turut mendukung. Jaringan dan persahabatan membuatnya meraih dukungan mewujudkan ide perdagangan virtual.

Tak mudah pada awalnya, Alibaba tak menghasilkan uang di tiga tahun pertama. Namun, Jack optimistis akan hasil besar. Ini hanya soal waktu. Saat perusahaan-perusahaan internet menggelembung, lalu meletus tahun 2002, Alibaba bertahan. Jack adalah pilar daya tahan. Terhadap para mitra kerja di tahun 1999, ia bilang, ”Kita harus yakin ini jalan, tetapi harus kerja keras.”

Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan untuk jual beli produk, tetapi malah ditertawakan. Ia lantas menengok banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional. Kalangan ini menyambut Jack meski awalnya semua jasa gratis. Situs Alibaba diam-diam membuat banyak orang beruntung. ”Saya pernah makan di sebuah restoran di AS. Tiba saat membayar, saya diberi tahu petugas restoran, saya telah dibayari sebuah perusahaan yang berhasil menjual produk karena Alibaba.” 


Jack dan rekannya terus mengembangkan Alibaba dan kemudian menciptakan sistem pembayaran lewat situs Alipay. Kali ini tidak gratis. Sukses Alibaba tersebar. Jerry Yang, kelahiran Taiwan tahun 1968, salah satu pendiri Yahoo!, Goldman Sach, dan SoftBank (perusahaan Jepang), menaruh kepercayaan. Alibaba melejit dengan moto melayani konsumen.

Yan Anthea Zhang, profesor strategi manajemen dari Rice University, AS, mengatakan, sukses Alibaba terletak pada ketersediaan aneka produk dan kecanduan konsumen berbelanja karena merasa nyaman. Lewat Alibaba, ada 800 juta transaksi di seluruh dunia per hari.

Tulisan ini akan dilanjutkan pada bulan April 2018.

Thursday, 15 February 2018

ADRYAN FITRA (BAGIAN IV - TERAKHIR)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian ketiga, silakan klik Adryan Fitra(Bagian III)

Sartana ST, Country Manager Morinda Indonesia, produsen minuman kesehatan Fiber Blend dan produk pengelolaan bobot tubuh, mengakui kepiawaian Adryan Fitra yang menjadi mitra bisnisnya sejak delapan bulan silam. “Penjualan kami naik 65% sejak kerja sama dengan Mas Adryan,” kata Sartana yang menyerahkan urusan pemasaran digital Morinda kepada Adryan.

Menurutnya, Adryan sangat piawai memasarkan dengan memanfaatkan Internet seperti Google Ads. Selain itu, Adryan banyak memberikan nilai tambah untuk produknya. “Dia pintar, pekerja keras dan pandai menambah value produk yang ditawarkan ke konsumen. Misalnya, untuk produk weight management dia memberikan referensi buku-buku terkait, harus makan apa saja, olah raga yang dilakukan. Jadi, konsumen tidak hanya mengonsumsi produk tetapi juga bisa menambah manfaat lain,” kata Sartana.

Sartana semakin kesengsem pada Adryan Fitra karena mitranya itu tak pelit berbagi ilmu. “Dia juga sering mengajarkan kepada klien lain, memberikan tip bagaimana menjalankan bisnis melalui Internet dan media sosial,” tuturnya.

Sartana menyarankan Adryan agar memperbanyak asisten di berbagai bidang bisnis yang digelutinya. “Jadi, yang berkembang tidak hanya Adryan Fitra, tetapi orang-orang di bawah dia juga. Akan lebih baik kalau dia punya asisten di berbagai bidang, jadi bisa membantu dia dalam mengembangkan bisnisnya,” katanya.

Selesai.

Terima kasih kepada majalah online swa.co.id. Terima kasih kepada Eddy Dwinanto Iskandar.

Monday, 15 January 2018

ADRYAN FITRA (BAGIAN III)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian kedua, silakan klik Adryan Fitra(Bagian II)

Memang, Adryan Fitra kini berkembang menjadi pengusaha digital multisektor. Dari penyewaan vila, kos-kosan, mobil mewah sampai obat diet pelangsing digelutinya. Keunikannya, ia mengintegrasikan bisnisnya dari hulu sampai hilir. Singkatnya, ia tak mau hanya menjadi perantara seperti kebanyakan pemasar Internet lainnya. Namun, sekaligus memiliki asetnya. “Iya, benar-benar terjun langsung, online itu hanya 0,1% dari keseluruhan bagian yang saya kerjakan. Bahkan, obat diet itu kami buat produknya sendiri, ada pabriknya juga. Jadi, saya menggabungkan online dengan offline. Selain itu, saya percaya ke depannya bisnis digital akan seperti ini, makin spesialis dan harus terintegrasi,” paparnya.

Dia pun menyebutkan sejumlah domain bisnisnya seperti Pitoong.com, Villagarut.com, Mobiljakarta.co.id, Jogjahost, dan Cloud Media Biz. “Fokus bisnis saya adalah media sosial dan search engine optimization. Lainnya adalah pelengkap layanan standarnya. Saya ada hosting, domain, web design, aplikasi, media sosial. Banyak banget memang, di bawah 50-lah perkiraannya,” ungkapnya.

Adryan Fitra masih aktif membantu kampanye politik, dari pemilihan kepala daerah sampai tingkat nasional. Adryan, yang berperan sebagai ahli strategi dan penasihat, masih menggunakan pola yang sama: menggunakan ratusan ribu akun media sosial untuk mengampanyekan jagonya yang kemudian dijalankan oleh timnya. “Tiap akun media sosial bisa memiliki 800-1.000 teman, tiap hari mereka akan berbicara mengenai si kandidat tanpa membawa embel-embel sebagai buzzer. Tidak ada atribut partai atau si calon pada diri mereka, jadi murni hanya aktif berbicara mengenai calon kepala daerah. Saya percaya bahwa rekomendasi dari satu orang itu lebih efektif dibandingkan rekomendasi dari satu grup,” ujar Adryan, yang di sela-sela aktivitasnya, masih bisa meraih S-3 Fisika UI pada 2015.

Adryan Fitra menyarankan, anak muda yang hendak berkecimpung di dunia digital agar kreatif mencari jalan sendiri. Jangan mengikuti pola sukses yang sudah ada. “Harusnya anak muda melakukan berbagai inovasi dan adaptasi dengan kondisi sekarang, bukannya ikut kondisi masa lalu dan digunakan sekarang. Dan, harus jujur di bisnis online, itu yang penting.”

Akan dilanjutkan ke bagian 4 (terakhir).

Friday, 15 December 2017

ADRYAN FITRA (BAGIAN II)

Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian pertama, silakan klik Adryan Fitra(Bagian I)

Namun, bukannya berbangga, reaksi ibunya yang guru SD PNS justru di luar dugaan. “Waktu itu Ibu nangis-nangis lihat kondisi saya. Rambut gondrong, kerja di kamar, bangun tidur siang, mata merah, tetapi kok banyak duit. Jadi disangka bandar narkoba,” ungkap Adryan.

Saat itulah Adryan Fitra iseng menghubungi temannya, seorang account manager Google, untuk mencarikan lowongan pekerjaan. Tak lama kemudian ia diterima di kantor Google di Singapura. Tak diduga, dari sana, kariernya di industri perpolitikan global dimulai.

Pada 2008 itu, tim kampanye Obama mengadakan kontes promosi situs Myobama.com. Siapa pun yang paling hebat mempromosikan situs itu akan ditarik menjadi tim kampanye digital mereka. Adryan mengikuti kontes itu dengan menggunakan fasilitas kantornya. Ternyata menang. Sejak itulah dia menjadi tim sukses Obama. Seiring dengan naiknya Obama menjadi pemimpin negara adidaya itu, nama Adryan semakin populer sebagai ahli kampanye digital. “Di Amerika saya menjadi tim underground Obama untuk mengelola ratusan ribu akun media sosial di mana mereka bisa membuat, menggiring dan memperbaiki opini,” Adryan memberi penjelasan singkat deskripsi pekerjaannya di AS.

Sesudah itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun memintanya membantu tim kerjanya di ranah digital. Tahun 2012 dia kembali diminta tim Obama untuk membantu kampanye digital mereka. Lagi-lagi kemenangan diraih Obama yang turut melambungkan kembali nama Adryan.

Saat itu, Adryan Fitra terpikir untuk melepas perusahaan-perusahaannya di Indonesia karena merasa akan tinggal di AS untuk waktu yang lama. Namun, tepat ketika itu, Hatta Rajasa menghubunginya dan memintanya kembali ke Indonesia untuk membantu tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (PS-HR). Belakangan takdir berkata lain. Ternyata, Tim PS-HR sudah memiliki tim digital sendiri. Saat itulah tim Jokowi menghubunginya dan mengajak bergabung. Ada faedah lain yang dia peroleh seiring dengan moncernya karier digitalnya. Kepercayaan orang tua berhasil diraihnya. “Jadi, waktu itu Pak Jokowi dan Pak Hatta Rajasa sering main ke rumah, akhirnya orang tua saya percaya pekerjaan saya,” ujar Adryan sembari tersenyum.

Dari berbisnis digital dan honornya sebagai tim sukses kandidat presiden kaliber nasional sampai internasional, tentu saja pundi-pundi uang Adryan gemuk terisi. Godaan berfoya-foya dari hasil kerjanya itu pun makin kencang. Untung saja, sejak 2009 ia menempuh langkah cerdik, menyewa tim keuangan pribadi untuk mengatur arus kasnya. “Soalnya kan bujangan, banyak duit. Jadi, gak berasa ngeluarin uang. Tahu-tahu beli komputer harga Rp 100 juta. Cuma nafsu saja. Jadi, banyak barang yang dibeli jadi sampah tidak terpakai. Nah, itu sebabnya saya punya tim keuangan pribadi untuk menasihati soal keuangan saya,” papar Adryan Fitra.

Keberadaan tim yang mayoritas diisi anak muda itu membawa banyak berkah baginya. Selain keuangannya terkontrol, bisnisnya pun sehat berkembang. Pasalnya, tidak serupiah pun dana keluar tanpa persetujuan tim keuangannya. “Mau beli Lamborghini dan Alphard buat disewain lagi saja mesti minta persetujuan mereka,” kata Adryan.

Akan dilanjutkan ke bagian 3

Wednesday, 15 November 2017

ADRYAN FITRA (BAGIAN I)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Adryan Fitria
Berkenalan dengan komputer sejak balita, Adryan Fitra kini terkenal sebagai salah satu pakar pemasaran Internet. Era media sosial disambutnya dengan tangan terbuka. Rekam jejaknya terbentang dari kantor Google di Singapura sampai Amerika Serikat sebagai tim sukses kampanye digital Barrack Obama. Berkat prestasinya, pria kelahiran Banda Aceh, 26 Juni 1985, itu pun turut ditarik sebagai tim sukses kampanye digital pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Lulusan S-3 Fisika Universitas Indonesia itu berbisnis sejak 1998. Kala itu, Adryan yang duduk di kelas 1 SMA mengasah insting bisnisnya dengan menjadi pembajak lagu. “Pinjam uangnya dari om saya, dipakai beli laptop, CD MP3 dan printer. Lalu, saya jualan CD berisi lagu pesanan orang,” kata Adryan yang mengaku waktu SMP pernah membajak komputer gurunya dan mengubah seluruh nilai di kelasnya menjadi 10. Hasil bisnisnya itu ternyata cukup untuk membeli televisi, AC dan berbagai kebutuhan anak SMA lainnya.

Saat lulus dari S-1 Fisika UI dan bekerja di sebuah perusahaan di Cileungsi, Jawa Barat, pada 2006, dia tekun mempelajari seluk-beluk pemasaran Internet dan optimasi mesin pencari (SEO). Ketekunannya berbuah manis. Ia sukses meraih penghasilan US$ 1.000 per jam. Tanpa ragu, dia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya di kantor dan memilih fokus menjadi pemasar melalui Internet.

Pilihan yang tidak salah, karena pada 2007 dia tercatat menjadi orang Indonesia pertama yang meraih fee Rp 1 miliar dari layanan iklan Google Adsense. Mobil, rumah dan berbagai barang mewah dengan mudah dibelinya dari hasil jerih payahnya itu. Berbagai bisnis lain pun digelutinya melalui dunia maya, dari berjualan jilbab sampai kue kering. “Sejak 2007 saya memang membuat website khusus untuk masing-masing produk yang saya jual. Karena digital memang akan seperti itu, menjadi spesialis, khusus satu per satu,” katanya.

Dilanjutkan ke bagian II (bulan depan)