Friday, 15 June 2018

NADIEM MAKARIM SANG PENDIRI GOJEK




NADIEM MAKARIM adalah pendiri PT Gojek Indonesia, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa transportasi dan mulai meluncurkan aplikasi di ponsel pada awal 2015. Ia adalah seorang yang inovatif, kreatif dan pantang menyerah dan merupakan memiliki gelar Master of Business Administration dari Harvard Business School.

Pada awalnya, pada saat masih menjadi Co-Founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku ini hampir selalu menggunakan ojek untuk pergi ke kantor. Lama kelamaan Nadiem Makarim mendapat ide untuk mengawinkan jasa ojek dan teknologi. Idenya adalah bagaimana orang bisa dengan mudah memesan ojek melalui ponsel tanpa harus repot ke pangkalan ojek. Pada awal Nadiem merintis usaha, ia kerap turun ke tempat para tukang ojek mangkal. Ia bergaul dengan mereka dan menyelami persmasalahan mereka.

Namun demikian, ketika ia memulai usahanya, ternyata tidak mudah baginya untuk merekrut pengojek agar bergabung dengannya.  Ia orang yang pantang menyerah. Itulah kunci sukses Nadiem Makarim. Semua kerja kerasnya itu tidak sia-sia. Dalam waktu tidak terlalu lama, berkat kerja kerasnya, tercatat ada 10.000 pengojek yang bergabung.

Meskipun menawarkan jasa transportasi ojek yang cepat dan praktis, PT Gojek Indonesia lebih ingin menitikberatkan sebagai perusahaan teknologi, bukan perusahaan penyedia jasa ojek.Karena itu,  Go-Jek juga melayani jasa antar barang dan atau kurir, jasa antar pesan makanan hingga jasa shopping.

Go-Jek kini bekerja sama dengan ratusan perusahaan yang menjadi pelanggan korporat. Gojek Indonesia telah mendapatkan suntikan dana dari investor Northstar Group, sebuah perusahaan investasi yang bermarkas di Singapura. Itu sebabnya, Go-Jek kini gencar melakukan promosi besar-besaran untuk memperkenalkan jasa ini kepada masyarakat dan berekspansi.

Berkat usaha cerdas dan keras Nadiem Makarim, Go-Jek yang pada awalnya hanya memiliki 10 karyawan dan 20 tukang ojek, kini berkembang pesat dengan puluhan ribu tukang ojek dan sudah melebarkan sayapnya hingga ke kota-kota lain di Indonesia. Bahkan Nadiem berencana membuka cabang-cabang Go-Jek di negara-negara lain seperti negara-negara di Asia Tenggara.

Sumber: Tribunnews.com dengan judul Ini Cerita Nadiem Makarim Mendirikan Go-Jek, http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/07/29/ini-cerita-nadiem-makarim-mendirikan-go-jek.

Tuesday, 15 May 2018

CARA MENANGKAP NYAMUK DALAM BOTOL SECARA ALAMI TANPA RACUN


Ide dashyat tentang cara menangkap nyamuk dalam botol secara alami tanpa racun ini saya dapatkan dari sebuah posting di grup WA yang saya ikuti. Saya share-kan kembali untuk Anda ; semoga berguna.



Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan. Karena itu kita sering membeli obat nyamuk dan menyemprotkannya di ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah atau kantor kita. Cairan pembunuh serangga di pasaran ternyata kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.



Cara memberantas nyamuk berikut ini sepertinya lebih manjur dan murah, dan ia cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, kantor dan sebagainya. Cara ini sangat baik untuk dikenalkankepada para siswa dan dicoba di sekolah dan di rumah masing-masing.



Anda hanya membutuhkan : 200 ml air, 50 gram gula merah, 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar),  dan satu botol plastik ukuran 1,5 liter.



Cara membuatnya adalah sebagai berikut :

1. Potonglah sebuah botol plastik di bagian tengah. Simpanlah bagian atas atau mulut botolnya.

2. Campurlah gula merah dengan air panas. Biarkan campuran itu hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.

3. Tambahkanlah ragi. Ragi itu tidak perlu diaduk.  Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.

4. Pasanglah atau masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.

5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan letakkan botol-botol itu di beberapa sudut rumah Anda.



Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol. Silakan mencoba ide dahsyat ini. Semoga berhasil.


Sunday, 15 April 2018

KISAH JACK MA, ORANG TERKAYA KEDUA DI CHINA PEMILIK ALIBABA.COM (BAGIAN II)

Ini adalah bagian kedua dari kisah mengenai Jack Ma. Bila Anda ingin membaca bagian pertama, silakan klik Kisah Jack Ma Bagian I. Saya mengambil semua tulisan ini dari situs www.kompas.com - 23/01/2017, 11:46 WIB. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Jack Ma, Orang Terkaya Kedua di China Pemilik Alibaba.com", https://tekno.kompas.com/read/2017/01/23/11460717/kisah.jack.ma.orang.terkaya.kedua.di.china.pemilik.alibaba.com.
Selamat membaca.

Mendunia



Alibaba menawarkan saham perdana di Bursa Saham New York pada September 2014 dan meraih modal terbesar dalam sejarah. Nama Jack meluas dan mendunia. Menurut harian New York Times pada Juli 2014, cucu Presiden Jiang Zemin duduk dalam dewan pimpinan puncak perusahaan. New Horizon Capital, sebuah perusahaan pemodal yang turut didirikan putra Perdana Menteri Wen Jiabao, menjadi salah satu pemilik saham di Alibaba.



“Pemerintah mendukung kebesaran Alibaba? ”Tidak. Bertemanlah dengan pemerintah, tetapi jangan menjadi mitra bisnis. Ini tidak langgeng,” ujar Jack. Pemerintah menawarkan modal? ”Awalnya saya memohon dan ditolak. Sekarang mereka datang dan saya tolak karena bisa mengganggu keluwesan bisnis.”



Sejak 2008, Jack dikenal sebagai pengusaha muda kelas dunia. Ia punya kekayaan senilai 27,4 miliar dollar AS, nomor dua terkaya di Tiongkok setelah Wang Jianlin. Jack masuk dalam daftar warga terkaya dunia di urutan ke-26 berdasarkan majalah Forbes.



Jack haus ilmu dan kuliah lagi di Cheung Kong Graduate School of Business, Beijing. Ia terus belajar tentang kehidupan dan nilai, termasuk dari film-film Hollywood. Dari film The Bodyguard, ia belajar tentang Whitney Houston yang bernyanyi dari hati sehingga sukses. Karakter tokoh film Forrest Gump membuatnya terkesan karena yakin dengan apa yang diperjuangkan.



Kini, Jack sibuk berbagi dan memenuhi banyak undangan berbicara. Ia berpesan, anak muda jangan pernah berhenti mencoba, jangan mengeluh. ”Sebab, kita hidup di era dengan kesempatan besar.”



Terakhir, Jack bertemu dengan Presiden AS terpilih, Donald Trump, baru-baru ini. Pertemuan itu mengagetkan di tengah serangan Trump kepada Tiongkok soal perdagangan bilateral. Namun, Jack yakin, AS dan Tiongkok bisa bekerja sama dengan baik, dan ia berjanji menciptakan sejuta lapangan kerja di AS. Bertemu Presiden AS adalah reputasi besar, lepas dari figur Trump yang kontroversial. Istri Jack, Zhang Ying, mengatakan, ”Suami saya tidak ganteng, tetapi saya suka sebab dia pria yang bisa melakukan hal yang tak bisa dilakukan pria lain.”



Jack tak luput dari kritik. Alibaba dituduh pernah turut menjual produk palsu. Alibaba pernah menggugat perusahaan pelaku, tetapi Jack paham penyebabnya. Perusahaan pemilik produk merek internasional mendirikan pabrik di Tiongkok, tetapi keuntungan terbesar mengalir ke pemilik merek, walau tenaga dari Tiongkok.



Jack mengatakan, kekayaan miliaran dollar AS miliknya merupakan simbol kepercayaan masyarakat. ”Kepercayaan ini akan tetap saya jaga.”



Biografi Singkat Jack Ma

Nama: JACK MA - Lahir: Hangzhou, 10 September 1964 - Status: Menikah dengan Zhang Ying, dikaruniai satu putra dan satu putri - Pendidikan: Hangzhou Normal University (lulus 1988); Cheung Kong Graduate School of Business, Beijing (2006) - Pekerjaan: Pengusaha, salah satu pendiri dan pemimpin Alibaba Group - Jumlah kekayaan: 27,4 miliar dollar AS - Hobi: Taici dan membaca novel kungfu.

Jika Anda ingin membaca bagian pertama, silakan klik KISAH JACK MA, ORANG TERKAYA KEDUA DI CHINA PEMILIK ALIBABA.COM (BAGIAN II).

Thursday, 15 March 2018

KISAH JACK MA, ORANG TERKAYA KEDUA DI CHINA PEMILIK ALIBABA.COM (BAGIAN I)

Ini adalah bagian pertama dari kisah Jack Ma. Saya mengambil seluruh tulisan ini dari www.kompas.com - 23/01/2017, 11:46 WIB. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Jack Ma, Orang Terkaya Kedua di China Pemilik Alibaba.com", https://tekno.kompas.com/read/2017/01/23/11460717/kisah.jack.ma.orang.terkaya.kedua.di.china.pemilik.alibaba.com.

Selamat membaca.

Jack Ma berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Ia pernah hidup pahit di masa Revolusi Kebudayaan dan mengalami berbagai kegagalan. Lelaki itu bangkit, membangun situs Alibaba, dan kini menjadi orang terkaya kedua di negerinya.

”Saya menjalani hidup yang pahit,” kata Jack, bernama asli Ma Yun, pada Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss, Januari 2015. ”Saya juga bukan dari keluarga berada dan berkuasa,” lanjutnya.

Lahir di era komunisme yang kaku membuat Jack terbiasa dengan kehidupan keras. Jack hidup normal sebagaimana anak-anak lain di Hangzhou, sekitar 250 kilometer di sebelah barat  Shanghai. Hangzhou dikenal sebagai kota kebudayaan dengan kehadiran turis asing. Saat memasuki sekolah, sejak SD sampai SMA, Jack perlu berkali-kali tes karena tidak hebat secara akademis. Pernah gagal masuk universitas ternama, ia kuliah setara program D-3 di Sastra Inggris Hangzhou Normal University, lulus tahun 1988. ”Ini universitas berkualitas kelas tiga atau empat secara nasional,” katanya.

Ketika KFC membuka cabang di Hangzhou, Jack melamar. Dari 24 pelamar, hanya dia yang gagal. Ia juga kandas menjadi polisi. ”Kegagalan menjadi bagian perjalanan hidup saya,” katanya. Jack mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris di Hangzhou. Para murid senang dengan cara Jack mengajar.



Semasa kuliah, ia memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sebagai pemandu gratis bagi turis. Dengan sepeda, ia menghampiri hotel yang ramai turis untuk mempraktikkan ilmunya. Dari peran ini, Jack memiliki sahabat pena yang kesulitan melafalkan nama Ma Yun sehingga kemudian memanggilnya ”Jack”.

Kemampuan bahasa Inggris memberi Jack kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 1995. Ketika itu, ia diminta menjelajahi dunia lewat internet yang baru muncul.

”Tidak, tidak, tidak,” katanya, karena komputer barang mahal dan dia tak paham. Jack tetap diyakinkan untuk mencoba. ”Pertama kali, saya mencari bir. Saya menemukan produk bir dari sejumlah negara, tetapi tak satu pun asal Tiongkok.” Dia pun terinspirasi membuatkan situs berisi informasi produk-produk buatan Tiongkok.

Kembali ke Tiongkok, Jack bekerja di kementerian luar negeri dengan menawarkan jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet. Bukan tipe pegawai negeri dengan birokrasi berbelit-belit, ia mundur dari pemerintahan.

Pada 1999, bersama rekannya, ia merintis situs bernama Alibaba, yang mempertemukan pembeli dan penjual produk di seluruh dunia. Ia terinspirasi situs Amazon. Belajar dari situs lelang e-Bay, ia mendirikan Taobao. Pengaruh Google menginspirasinya menciptakan mesin pencari berbahasa Mandarin.

Banyak Sahabat

Jack seorang periang dan punya banyak sahabat. Istrinya, dulu sahabat di kampus, Zhang Ying, turut mendukung. Jaringan dan persahabatan membuatnya meraih dukungan mewujudkan ide perdagangan virtual.

Tak mudah pada awalnya, Alibaba tak menghasilkan uang di tiga tahun pertama. Namun, Jack optimistis akan hasil besar. Ini hanya soal waktu. Saat perusahaan-perusahaan internet menggelembung, lalu meletus tahun 2002, Alibaba bertahan. Jack adalah pilar daya tahan. Terhadap para mitra kerja di tahun 1999, ia bilang, ”Kita harus yakin ini jalan, tetapi harus kerja keras.”

Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan untuk jual beli produk, tetapi malah ditertawakan. Ia lantas menengok banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional. Kalangan ini menyambut Jack meski awalnya semua jasa gratis. Situs Alibaba diam-diam membuat banyak orang beruntung. ”Saya pernah makan di sebuah restoran di AS. Tiba saat membayar, saya diberi tahu petugas restoran, saya telah dibayari sebuah perusahaan yang berhasil menjual produk karena Alibaba.” 


Jack dan rekannya terus mengembangkan Alibaba dan kemudian menciptakan sistem pembayaran lewat situs Alipay. Kali ini tidak gratis. Sukses Alibaba tersebar. Jerry Yang, kelahiran Taiwan tahun 1968, salah satu pendiri Yahoo!, Goldman Sach, dan SoftBank (perusahaan Jepang), menaruh kepercayaan. Alibaba melejit dengan moto melayani konsumen.

Yan Anthea Zhang, profesor strategi manajemen dari Rice University, AS, mengatakan, sukses Alibaba terletak pada ketersediaan aneka produk dan kecanduan konsumen berbelanja karena merasa nyaman. Lewat Alibaba, ada 800 juta transaksi di seluruh dunia per hari.

Tulisan ini akan dilanjutkan pada bulan April 2018.