Thursday, 15 February 2018

ADRYAN FITRA (BAGIAN IV - TERAKHIR)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian ketiga, silakan klik Adryan Fitra(Bagian III)

Sartana ST, Country Manager Morinda Indonesia, produsen minuman kesehatan Fiber Blend dan produk pengelolaan bobot tubuh, mengakui kepiawaian Adryan Fitra yang menjadi mitra bisnisnya sejak delapan bulan silam. “Penjualan kami naik 65% sejak kerja sama dengan Mas Adryan,” kata Sartana yang menyerahkan urusan pemasaran digital Morinda kepada Adryan.

Menurutnya, Adryan sangat piawai memasarkan dengan memanfaatkan Internet seperti Google Ads. Selain itu, Adryan banyak memberikan nilai tambah untuk produknya. “Dia pintar, pekerja keras dan pandai menambah value produk yang ditawarkan ke konsumen. Misalnya, untuk produk weight management dia memberikan referensi buku-buku terkait, harus makan apa saja, olah raga yang dilakukan. Jadi, konsumen tidak hanya mengonsumsi produk tetapi juga bisa menambah manfaat lain,” kata Sartana.

Sartana semakin kesengsem pada Adryan Fitra karena mitranya itu tak pelit berbagi ilmu. “Dia juga sering mengajarkan kepada klien lain, memberikan tip bagaimana menjalankan bisnis melalui Internet dan media sosial,” tuturnya.

Sartana menyarankan Adryan agar memperbanyak asisten di berbagai bidang bisnis yang digelutinya. “Jadi, yang berkembang tidak hanya Adryan Fitra, tetapi orang-orang di bawah dia juga. Akan lebih baik kalau dia punya asisten di berbagai bidang, jadi bisa membantu dia dalam mengembangkan bisnisnya,” katanya.

Selesai.

Terima kasih kepada majalah online swa.co.id. Terima kasih kepada Eddy Dwinanto Iskandar.

Monday, 15 January 2018

ADRYAN FITRA (BAGIAN III)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian kedua, silakan klik Adryan Fitra(Bagian II)

Memang, Adryan Fitra kini berkembang menjadi pengusaha digital multisektor. Dari penyewaan vila, kos-kosan, mobil mewah sampai obat diet pelangsing digelutinya. Keunikannya, ia mengintegrasikan bisnisnya dari hulu sampai hilir. Singkatnya, ia tak mau hanya menjadi perantara seperti kebanyakan pemasar Internet lainnya. Namun, sekaligus memiliki asetnya. “Iya, benar-benar terjun langsung, online itu hanya 0,1% dari keseluruhan bagian yang saya kerjakan. Bahkan, obat diet itu kami buat produknya sendiri, ada pabriknya juga. Jadi, saya menggabungkan online dengan offline. Selain itu, saya percaya ke depannya bisnis digital akan seperti ini, makin spesialis dan harus terintegrasi,” paparnya.

Dia pun menyebutkan sejumlah domain bisnisnya seperti Pitoong.com, Villagarut.com, Mobiljakarta.co.id, Jogjahost, dan Cloud Media Biz. “Fokus bisnis saya adalah media sosial dan search engine optimization. Lainnya adalah pelengkap layanan standarnya. Saya ada hosting, domain, web design, aplikasi, media sosial. Banyak banget memang, di bawah 50-lah perkiraannya,” ungkapnya.

Adryan Fitra masih aktif membantu kampanye politik, dari pemilihan kepala daerah sampai tingkat nasional. Adryan, yang berperan sebagai ahli strategi dan penasihat, masih menggunakan pola yang sama: menggunakan ratusan ribu akun media sosial untuk mengampanyekan jagonya yang kemudian dijalankan oleh timnya. “Tiap akun media sosial bisa memiliki 800-1.000 teman, tiap hari mereka akan berbicara mengenai si kandidat tanpa membawa embel-embel sebagai buzzer. Tidak ada atribut partai atau si calon pada diri mereka, jadi murni hanya aktif berbicara mengenai calon kepala daerah. Saya percaya bahwa rekomendasi dari satu orang itu lebih efektif dibandingkan rekomendasi dari satu grup,” ujar Adryan, yang di sela-sela aktivitasnya, masih bisa meraih S-3 Fisika UI pada 2015.

Adryan Fitra menyarankan, anak muda yang hendak berkecimpung di dunia digital agar kreatif mencari jalan sendiri. Jangan mengikuti pola sukses yang sudah ada. “Harusnya anak muda melakukan berbagai inovasi dan adaptasi dengan kondisi sekarang, bukannya ikut kondisi masa lalu dan digunakan sekarang. Dan, harus jujur di bisnis online, itu yang penting.”

Akan dilanjutkan ke bagian 4 (terakhir).

Friday, 15 December 2017

ADRYAN FITRA (BAGIAN II)

Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Untuk membaca bagian pertama, silakan klik Adryan Fitra(Bagian I)

Namun, bukannya berbangga, reaksi ibunya yang guru SD PNS justru di luar dugaan. “Waktu itu Ibu nangis-nangis lihat kondisi saya. Rambut gondrong, kerja di kamar, bangun tidur siang, mata merah, tetapi kok banyak duit. Jadi disangka bandar narkoba,” ungkap Adryan.

Saat itulah Adryan Fitra iseng menghubungi temannya, seorang account manager Google, untuk mencarikan lowongan pekerjaan. Tak lama kemudian ia diterima di kantor Google di Singapura. Tak diduga, dari sana, kariernya di industri perpolitikan global dimulai.

Pada 2008 itu, tim kampanye Obama mengadakan kontes promosi situs Myobama.com. Siapa pun yang paling hebat mempromosikan situs itu akan ditarik menjadi tim kampanye digital mereka. Adryan mengikuti kontes itu dengan menggunakan fasilitas kantornya. Ternyata menang. Sejak itulah dia menjadi tim sukses Obama. Seiring dengan naiknya Obama menjadi pemimpin negara adidaya itu, nama Adryan semakin populer sebagai ahli kampanye digital. “Di Amerika saya menjadi tim underground Obama untuk mengelola ratusan ribu akun media sosial di mana mereka bisa membuat, menggiring dan memperbaiki opini,” Adryan memberi penjelasan singkat deskripsi pekerjaannya di AS.

Sesudah itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun memintanya membantu tim kerjanya di ranah digital. Tahun 2012 dia kembali diminta tim Obama untuk membantu kampanye digital mereka. Lagi-lagi kemenangan diraih Obama yang turut melambungkan kembali nama Adryan.

Saat itu, Adryan Fitra terpikir untuk melepas perusahaan-perusahaannya di Indonesia karena merasa akan tinggal di AS untuk waktu yang lama. Namun, tepat ketika itu, Hatta Rajasa menghubunginya dan memintanya kembali ke Indonesia untuk membantu tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (PS-HR). Belakangan takdir berkata lain. Ternyata, Tim PS-HR sudah memiliki tim digital sendiri. Saat itulah tim Jokowi menghubunginya dan mengajak bergabung. Ada faedah lain yang dia peroleh seiring dengan moncernya karier digitalnya. Kepercayaan orang tua berhasil diraihnya. “Jadi, waktu itu Pak Jokowi dan Pak Hatta Rajasa sering main ke rumah, akhirnya orang tua saya percaya pekerjaan saya,” ujar Adryan sembari tersenyum.

Dari berbisnis digital dan honornya sebagai tim sukses kandidat presiden kaliber nasional sampai internasional, tentu saja pundi-pundi uang Adryan gemuk terisi. Godaan berfoya-foya dari hasil kerjanya itu pun makin kencang. Untung saja, sejak 2009 ia menempuh langkah cerdik, menyewa tim keuangan pribadi untuk mengatur arus kasnya. “Soalnya kan bujangan, banyak duit. Jadi, gak berasa ngeluarin uang. Tahu-tahu beli komputer harga Rp 100 juta. Cuma nafsu saja. Jadi, banyak barang yang dibeli jadi sampah tidak terpakai. Nah, itu sebabnya saya punya tim keuangan pribadi untuk menasihati soal keuangan saya,” papar Adryan Fitra.

Keberadaan tim yang mayoritas diisi anak muda itu membawa banyak berkah baginya. Selain keuangannya terkontrol, bisnisnya pun sehat berkembang. Pasalnya, tidak serupiah pun dana keluar tanpa persetujuan tim keuangannya. “Mau beli Lamborghini dan Alphard buat disewain lagi saja mesti minta persetujuan mereka,” kata Adryan.

Akan dilanjutkan ke bagian 3

Wednesday, 15 November 2017

ADRYAN FITRA (BAGIAN I)


Saya mengambil tulisan ini dari majalah online swa.co.id. Artikel ini ditulis lengkap (tanpa dibagi dalam beberapa bagian) oleh Eddy Dwinanto Iskandar pada majalah online tersebut pada tanggal 12August 2016. Bila Anda ingin membaca secara lengkap, silakan klik link berikut ini:
https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/adryan-fitra-doktor-fisika-di-balik-sukses-obama-dan-jokowi .

Adryan Fitria
Berkenalan dengan komputer sejak balita, Adryan Fitra kini terkenal sebagai salah satu pakar pemasaran Internet. Era media sosial disambutnya dengan tangan terbuka. Rekam jejaknya terbentang dari kantor Google di Singapura sampai Amerika Serikat sebagai tim sukses kampanye digital Barrack Obama. Berkat prestasinya, pria kelahiran Banda Aceh, 26 Juni 1985, itu pun turut ditarik sebagai tim sukses kampanye digital pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Lulusan S-3 Fisika Universitas Indonesia itu berbisnis sejak 1998. Kala itu, Adryan yang duduk di kelas 1 SMA mengasah insting bisnisnya dengan menjadi pembajak lagu. “Pinjam uangnya dari om saya, dipakai beli laptop, CD MP3 dan printer. Lalu, saya jualan CD berisi lagu pesanan orang,” kata Adryan yang mengaku waktu SMP pernah membajak komputer gurunya dan mengubah seluruh nilai di kelasnya menjadi 10. Hasil bisnisnya itu ternyata cukup untuk membeli televisi, AC dan berbagai kebutuhan anak SMA lainnya.

Saat lulus dari S-1 Fisika UI dan bekerja di sebuah perusahaan di Cileungsi, Jawa Barat, pada 2006, dia tekun mempelajari seluk-beluk pemasaran Internet dan optimasi mesin pencari (SEO). Ketekunannya berbuah manis. Ia sukses meraih penghasilan US$ 1.000 per jam. Tanpa ragu, dia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya di kantor dan memilih fokus menjadi pemasar melalui Internet.

Pilihan yang tidak salah, karena pada 2007 dia tercatat menjadi orang Indonesia pertama yang meraih fee Rp 1 miliar dari layanan iklan Google Adsense. Mobil, rumah dan berbagai barang mewah dengan mudah dibelinya dari hasil jerih payahnya itu. Berbagai bisnis lain pun digelutinya melalui dunia maya, dari berjualan jilbab sampai kue kering. “Sejak 2007 saya memang membuat website khusus untuk masing-masing produk yang saya jual. Karena digital memang akan seperti itu, menjadi spesialis, khusus satu per satu,” katanya.

Dilanjutkan ke bagian II (bulan depan)

Tuesday, 24 October 2017

KEAJAIBAN SESUDAH 33 TAHUN

Sekitar satu tahun yang lalu, oleh Mbak Puji Lestari nomor WA-ku dimasukkan dalam grup WA teman-teman SMP Negeri 2 Sentolo di Samigaluh. Itu berarti bahwa sesudah 33 tahun, aku dapat bertemu lagi dengan teman-teman SMP-ku walaupun hanya melalui grup Whatsapp. Di grup inilah aku menemukan teman-teman lama seperti Mbak Puji, Mbak Purmiyati, Mas Prasetyo, Mas Andang, Mas Joko, Mbak Peni, Mas Sigit, Mas Pomo, Om Walyadi, Mbak Eny, Mas Tarjo, Mas Dibyo dan banyak teman lainnya. Luar biasa. Teknologi informasi dan Whatsapp mampu mempertemukan kami secara unik. 

Keunikan pertama adalah bahwa aku bisa berkomunikasi dengan banyak teman lama yang dulu bahkan tidak terlalu aku kenal secara dekat. Meskipun dulu aku berada di sekolah bersama mereka, entah di kelas yang sama atau di kelas yang berbeda, aku tidak terlalu akrab dengan mereka. Maka aku jarang bercakap-cakap dengan mereka. Aku yakin hampir semua teman mengenalku sebagai murid yang pendiam dan sukar berteman... dan itu betul. Tetapi, sekarang, meskipun hanya melalui gadget, aku bisa leluasa membaca gagasan, celotehan, guyonan dan cerita lucu mereka, Aku juga bisa nimbrung untuk sekedar say hello... 

Keunikan kedua adalah dalam hal kebiasaan dan kesenangan, tidak ada banyak perubahan pada beberapa teman. Mas Andang masih suka menggoda secara cerdas; Mas Pras masih bercakap tentang permainan catur dan badminton, Mas Joko masih suka memberi umpan topik diskusi yang mencengangkan, Mbak Peni masih suka menyapa teman lain dengan candaan yang khas.. dan sebagainya, dan seterusnya. Hanya Mas Sigit saja yang sedikit berbeda; dulu bicaranya ramai dan wajahnya imut-imut, tapi sekarang menjadi pendengar yang bijaksana bagai seorang resi atau pandita yang suka bertapa...

Keunikan ketiga adalah perubahan. Tidak bisa dipungkiri bahwa perjalanan waktu membuat kami semakin berumur... Dari bentuk fisik, ada yang rambutnya sudah menipis (seperti rambut kepalaku), ada yang rambutnya sudah memutih, ada yang badannya makin kurus, ada yang kulitnya sedikit keriput, ada yang kumisnya tebal dan ada yang bajunya selalu kekecilan... Ada yang anaknya masih kecil, ada yang sudah punya cucu. Ada yang tinggalnya masih di sekitar Yogya atau Kulon Progo, namun ada pula yang bertempat tinggal jauh di luar pulau atau bahkan di luar negara. Semua berubah. Bahkan nama SMP Negeri 2 Sentolo di Samigaluh pun sudah berubah menjadi SMP Negeri 1 Samigaluh.

Aku berharap bahwa pertemanan melalui grup WA ini tidak saja mengumpulkan memori lama supaya kami tidak lekas pikun, tetapi juga mampu mendukung satu sama lain dalam doa dan dorongan semangat. Aku berdoa semoga teman-temanku diberi kesehatan, kegembiraan dan kemudahan dalam mencari penghidupan yang layak bagi keluarga mereka.