Saturday, 1 July 2017

PYGMALION EFFECT



Pengantar
Tulisan ini saya copy paste dari apa yang dibagikan oleh Sdr. Julius Widiantoro dalam salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti.

Cara pandang dan sikap kita terhadap orang lain dan juga kepada diri sendiri 
hasilnya positif bagi diri sendiri dan semuanya

Hukum Pygmalion  Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

• Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

• Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

• Ketika anak-anak mencuri apel di kebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, 
"Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang  sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah  rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu  tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. 

Kawan-kawan Pygmalion  berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."  Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. 

Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di  Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah  patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

• Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

• Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai. Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

*Salam Pygmalion dan salam sehat*

Sunday, 25 June 2017

15 KEBIASAAN ORANG SUKSES & ORANG HEBAT DI DUNIA


Berikut ini adalah kutipan dan ringkasan dari apa yang disampaikan oleh RCA Hendri Rikianto dalam sebuah pertemuan K-System. Semoga berguna.

1. *Mereka Tidak Pernah Menyebut Uang Sebagai Simbol KESUKSESAN*

2. *Mereka Tidak Memulai Hari Tanpa Rencana (PLAN).*
Mereka mempunyai inisiatif & semangat yang tinggi!
Gagal merencanakan = merencanakan untuk gagal.
Mereka mengagendakan prioritas-prioritas yang akan dilakukan, seperti aktivitas yang mendekatkan ke goal dan dream:
*Presentasi, Follow Up, Menjual, dan mengajarkan & Membimbing Orang Lain.*

3. *Mereka Tidak Mau Berada Dengan Lingkungan Dengan Pikiran Yang Negatif.*
Mereka memilih lingkungan bukan yang sekedar nyaman untuk dirinya, tapi mereka lebih memilih lingkungan yang mendukung dan membuat dirinya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Kekuatan:
🔺Komunitas orang- orang sukses ( K-System)
🔺Kendaraan yang tepat untuk sukses ( K-Link, bisnis yang dapat mewujudkan impiannya)
🔺 Memiliki PELATIH / PEMBIMBING

4. *Mereka Tidak Membiarkan Diri Mereka Berlama-Lama Saat Kecewa*
Mereka cepat move on dan bahagia. Mereka menerima kenyataan dan mengolahnya!

5. *Mereka Tidak Mau Berlama-Lama Tenggelam Dalam Kegagalan.*
Mereka tidak mau rugi dengan terus meratapi nasib; mereka cepat merespon untuk bangkit & membuktikan menang !

6. *Mereka Tidak Berpikir Bagaimana Orang Lain Menanggapi Dirinya.*
Mereka tidak sibuk dengan apa yang di pikirkan orang lain tentang dirinya. Mereka fokus memperbaiki diri & melakukan yang terbaik.

7. *Mereka Tidak Bersembunyi Dibalik Alasan-Alasan (DALIH).*
Mereka menyadari ada kekurangan diri, tapi mereka fokus hanya pada kekuatan dan kelebihan diri atau pontensi yang diberikan Tuhan.

8. *Mereka Tidak Mudah Iri Dengan Kesuksesan Orang Lain.*
Mereka orang yang senang melihat orang lain senang / bahagia . Mereka mau memberikan apresiasi pada orang sukses lainnya, bahkan bersedia belajar pada yang lebih sukses.

9. *Mereka  Sangat Percaya Dan Mengakui Ada Keterlibatan TUHAN Dalam Suksesnya  &  Tidak Pernah Menyepelekan Peran Orang Lain atas Kesuksesan Dirinya.*
Mereka bersedia & sangat solid dalam bekerja sama dengan team.

10. *Mereka Tidak Takut Adanya Perubahan.*
Mereka mempunyai kemauan dan kemampuan untuk  menyesuaikan diri / adaptable
Mereka mengikuti & bahkan menjadi bagian dari perubahan itu.

11. *Mereka tidak pernah berhenti BELAJAR, Berlatih  & Berjuang*

12. *Mereka Tidak  Terjebak Pada Kesalahan Masa Lalu.*
Masa lalu bukanlah seperti spion yang selalu harus di lihat setiap saat. Masa lalu adalah pelajaran yang berharga , sebagai bagian untuk membuat evaluasi &  melakukan yang terbaik di masa kini!
*Masa Lalu Tidaklah Sama Dengan Masa Depan.*
Selalu berprangka baik pada Tuhan dan orang lain. Mereka berpikir bahwa bisa jadi masa depan lebih baik di banding masa lalu . Dengan sibuk menata masa kini, maka masa depan mereka Insyaa Allah akan sukses.

13. *Mereka Tidak Membiarkan Hidup Tanpa Tujuan Yang Jelas (NOT HAVE A GOAL).*
Bergerak menuju yang dituju. Mereka punya tujuan hidup ( Purpose Of Life). Mereka memiliki *"burning desire"* semangat yang membara menuju impian dan goal- goal mereka!

14. *Mereka Tidak Mengizinkan Diri Mereka Terintimidasi Oleh Hal Di Luar Diri Mereka.*
Mereka tidak mengizinkan itu terjadi . Mereka mempunyai kepercayaan diri & tenang!

15. *Mereka Tidak Lupa Mengucapkan TERIMA KASIH & SYUKUR Atas Pencapaian Yang Telah Mereka Terima.*

"Motivasi membuat Anda bergerak mulai , tapi kebiasaanlah yang membuat Anda terus melakukan dan akhirnya menjadi karakter dan menentukan NASIB ANDA"

SALAM SUKSES ! Go Crown Ambassador! Go Freedom !!!

Tuesday, 20 June 2017

PECATUR TERBAIK DUNIA



Ada seorang Jenderal yang menyukai permainan catur dan dia adalah master catur, tidak ada pecatur lain yang mampu mengalahkannya.

Suatu hari, dalam perjalanan dinasnya, Jenderal melihat sebuah gubuk yang pada dindingnya tergantung papan bertuliskan "Pecatur Terbaik Dunia". Tentu saja hal ini membuat Jenderal penasaran dan segera menghampiri gubuk tersebut untuk menantang pemilik gubuk bermain catur, dan ternyata sang Jendral dapat memenangkan seluruh tiga set yang mrk mainkan.

Karena itu, Jenderal dengan penuh kepercayaan diri mengatakan: "Anda harus segera mencopot papan ini ", dan ia segera melanjuntukan perjalanannya dengan penuh kegembiraan.

Setelah menyelesaikan tugasnya, dalam perjalanan pulang, Jenderal melewati gubuk itu lagi dan ia melihat bahwa papan "Pecatur Terbaik Dunia" belum juga dicopot. Dengan penasaran, masuklah dia dan menantang pemilik gubuk itu untuk bermain catur lagi.

Namun kali ini hasilnya sangat mengejuntukan krn Jenderal, kalah telak tiga kali ber-turut2. Jenderal sangat terkejut, dan bertanya mengapa bisa terjadi demikian?

Pemilik gubuk menjawab dengan bijak : "Pada waktu yang lalu, saya tahu Jenderal sdg dalam perjalanan untuk melaksanakan tugas negara, maka saya tidak mau mengalahkan Jenderal, untuk menjaga semangat juang Anda". Namun sekarang Jenderal telah kembali dan sukses melaksanakan tugas, tentu saja saya melayani tantangan Jenderal sesuai dengan kemampuan saya yang sebenarnya. "Saya tidak akan mengalah lagi".

Pemenang Sejati
Menurut informasi yang saya terima, cerita di atas adalah tulisan RD. Laurensius Sutadi (Vikaris Jendral Keuskupan Ketapang) yang akhirnya dibagikan oleh rekan-rekan lain melalui pesan Whatsapp. Sebagai pembelajaran, salah seorang rekan yang membagikan cerita ini menulis demikian:
"Pemenang sejati, mampu menang, tetapi belum tentu harus menang dan mampu mengalah dengan bijaksana."
"Bisa menang, dan tidak harus menang, menunjukkan kepribadian yang mulia."
Ingat ... Pintar belum tentu bijaksana, tetapi bijaksana pasti pintar!
"Orang pintar mengutamakan untung rugi, orang bijaksana ikhlas utk berkorban dan mau berbagi  atas pengetahuan yang mereka miliki!

Thursday, 15 June 2017

NARSIS


Ini adalah kutipan tulisan dari Romo Markus Marlon, yang dibagikan oleh Bapak Fred dalam grup Koor Gregorian SCB Katedral Bogor.

Ada orang yang bertanya pada saya, “Apa beda antara tamak dan narsis?” Saya jawab, “Tidak tahu.”

Kemudian dia berkata, “Tamak itu, menurut Aesop (620 – 560 seb. M) seumpama kisah seekor anjing yang menggigit tulang dan di tepi danau dan ia melihat pantulannya sendiri. Ia mengira pantulan atau bayangan itu adalah anjing lain, maka ia ingin merebut tulang itu. Ia mencebur dan akhirnya mati.”

Kemudian saya tanya, “Kalau narsis?” Sambil membaca di tabletnya, ia berkata, “Narsis itu berasal dari nama Narkissos, pemuda yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di dalam air. Orang itu tidak mencebur, namun ia memandang terus-menerus dan mengagumi bayangannya sendiri yang dikiranya peri.”

Sukartini Silitonga-Djojohadikusumo dalam bukunya yang berjudul "Mitologi Yunani"  menulis bahwa Narkissos itu mati karena putus asa atau kelelahan yang ingin memeluk bayangannya sendiri, namun setiap kali hendak memeluknya bayangan itu menghilang.

Kata "narsis" ini sangat popular di era "net-working" ini. Setiap orang bebas mengekspresikan dirinya sendiri ke dunia maya. Dari anak kecil hingga ibu-ibu, tidak pernah lupa menggenggam HP, smartphone maupun tablet yang siap untuk membawanya ke dunia maya.

Bahkan ada orang yang menggantikan profile  picture dalam satu hari bisa puluhan kali. Misalnya, ketika sedang makan bersama teman-teman ambil foto dan upload sedang jalan-jalan ke di mall dia upload  sedang senam di sanggar upload. Tiada hari tanpa  mejeng. Narsis seolah-olah menjadi gaya hidup.

Dalam psikologi, narcissism diartikan sebagai suatu bentuk gangguan kejiwaan berupa kecenderungan untuk memuja diri sendiri, rasa tertarik yang berlebihan pada kesempurnaan dirinya sendiri.

Orang yang narsis itu mengerahkan segala kekuatannya untuk menampilkan dirinya dan “dunia” harus mengakuinya, totally absorbed.  Ia begitu asyik dengan dirinya sendiri dan seolah-olah orang lain hanya numpang lewat. Orang lain seolah-olah tidak ada artinya. Lihat saja, bagaimana ketika makan bersama dalam satu meja makan: masing-masing orang memegang gadget-nya dan membaca komentar-komentar dari apa yang sudah dia upload. Ia menjadi egoist dan semua harus mengarah ke dirinya sendiri (egocentric).

Setiap saat, ia menunggu-nunggucomment dari pertemanannya di FB, WA, twitter  maupun media sosial lainnya. Orang tersebut bagaikan Narkissos yang melihat bayangannya sendiri di tepi sungai berjam-jam lamanya.

Orang yang narsis itu melelahkan. Ia lelah karena memaksakan dirinya untuk tampil sesempurna mungkin di profile picture. Bayangkan, jika ia harus ganti  picture beberapa kali, berarti dirinya harus action dengan pakaian serta background yang mengundang decak kagum maupun comment dari pertemanannya.

Orang ini berpikir, “What next?” Bagaimana penampilanku berikutnya, supaya mendapatkan pujian, acungan jempol. “Melelahkan bukan?”

Rabu, 14 Juni 2017
Pastor Markus Marlon, MSC

"Capitulatim  notae literarum” – Catatan-catatanku hanya singkat-singkat saja. (PS)

Thursday, 1 June 2017

BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA


Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni, saya tuliskan kembali butir-butir Pancasila yang selalu harus dihayati dan diamalkan oleh setiap warga Negara Indonesia.

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.

I. SILA PERTAMA: KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat-menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

II. SILA KEDUA: KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

III. SILA KETIGA: PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

IV. SILA KEEMPAT: KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

V. SILA KELIMA: KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1. Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.