Friday, 7 April 2017

SALMAN KHAN – GURU KHAN ACADEMY



Pengantar:
Saya memperoleh tulisan ini dari salah satu anggota grup WA yang saya ikuti. Terima kasih kepada orang pertama yang menuliskan cerita ini entah di facebook, Whatsapp atau blog atau website. Tulisan ini saya menarik untuk dibaca dan direnungkan. Semoga berguna.
(Thomas)

“My Name is Khan and I am not a terrorist.” Begitu ucapan seorang pria autis yang tayang di sebuah film dan kutonton pekan lalu. Film yang sungguh menginspirasi. Dan kali ini aku ketemu tulisan tentang Khan yang lain. Dan tak kalah menginspirasi pula. Salman Khan namanya.
Mirip ya dengan nama Raja Saudi yang barusan berkunjung ke negeri kita tempo hari. Tetapi sungguh dia melakukan sesuatu hal yang luar biasa hingga seorang Bill Gates pun mengaku mengagumi dan angkat topi padanya.

Khan bukan kampiun Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Percayakah Anda? Khan hanyalah seorang guru. Guru? Ya. Tetapi dia guru yang berbeda.

Khan menghabiskan waktu-waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut : bgC3.

Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video tutorial untuk para muridnya.

"Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam e-mailnya kepada publik. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas,” kata filantropis dan orang terkaya dunia itu tanpa menutupi rasa kagumnya.

Mengapa? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory Gates, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video Aljabar sampai Biologi. Dari video Geografi sampai Fisika.

Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang penuh totalitas. Dia rela meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video internet.

Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus.

Khan sebenarnya adalah lulusan MBA, Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy. Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru.

Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai sejarah. Dia menulis kelahiran kupu-kupu sama baiknya berkisah tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Stanford.

Jumlah pengunjung tertingginya mencapai 200 ribu orang, kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri sekaligus kagum, termasuk Bill Gates. “Saya rasa keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.

Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang.

Dia punya tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, Bachelor Of Science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.

Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian.

Dia begitu tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan teknologi yang sederhana.
Dia hanya menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja melalui penjelasannya.

Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu. Sejak itulah dia kecanduan mengajar dan sekolah onlinenya pun dimulai.

Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube.

Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi.

Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. "Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah. Itu cukup bagiku," katanya.

Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang bocah Korea berusia 11 tahun.

Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs belajar mengajar yang dibuat Salman Khan, http://www.khanacademy.org.

Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka dalam pelajaran Aljabar yang dianggap sulit itu.

“Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah penyelamat. Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih” tulis orang tua sang anak di situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33 tahun.

Dan tahukah Anda? Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon ramai-ramai membanjiri dia dengan donasi. Dunia pendidikan punya pahlawan baru, Salman Khan.

Catatan:
Salman Khan adalah tipe orang muda yang memiliki ide dahsyat yang berguna bagi jutaan orang. Anda, orang-orang muda dan/atau orang-orang yang memiliki semangat muda pun dapat terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan besar bagi sesama, khususnya bagi orang-orang di sekeliling Anda.

Nah, bagi Anda orang muda yang ingin berhasil dalam bidang usaha yang memungkinkan Anda menjadi lebih berguna bagi banyak orang, silakan belajar dari orang muda yang sukses dengan klik di sini.

Wednesday, 5 April 2017

HORMATILAH ORANG TUAMU



Pengantar:
Saya memperoleh tulisan ini dari Mas Agustinus Sukandar di grup WA JDG pagi tadi. Isinya bagus dan saya bagikan kepada Anda. Semoga berguna. (Thomas)

Di salah satu tempat di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat; ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.

Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapa pun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.

JADIKAN ORANG TUAMU RAJA, MAKA REZEKIMU SEPERTI RAJA

Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi pengusaha, pengusaha baja dan pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan menjawab dengan singkat: “Jadikan orang tuamu Raja, maka rezekimu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja. Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.

Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan orang tua seperti Pembantu. Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja. Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu. Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.”

Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar. Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan. Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. UANG bisa dicari, ilmu bisa digali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.

Sunday, 2 April 2017

I REALLY LIKE THIS



Tulisan ini saya dapatkan dari guru dan sahabat saya, Bp. Fred Mandolang. Beliau menuliskannya di grup Whatsapp Schola Cantorum Gregorianum Bogorensis (SCB). Semoga berguna bagi Anda semua. (Thomas)

We are born into this world in our own crying, but leave the world in others' weeping. The process in between is called life. God is very interesting; cat likes to eat fish, but cat can't go into the water; fish likes to eat earthworms, but fish can't go up to the land. Life is, while we possess something, we also lose something; while we grab, we also let go. Life is not all roses by any means, and in life, not everything is to the desire of our hearts.

So, don't be too serious with others because it is not worth it; don't be too serious with your own selves because you can't afford to hurt yourselves; don't be too serious over the past because it is meaningless; and do not be too serious with present because we must move on!  

In this world, nothing is yours, only the healthy body is yours.

Dear friends, classmates, comrades, relatives, brothers and sisters, please take care of your own bodies.

This saying is very philosophical; I am sharing with all the people I know, in the hope for same inspiration:

Don't show off your money as it becomes wastepaper when you die;
don't show off your job as many people will do better than you after you leave ; 
don't show off your house as it becomes someone else's home after you leave ;
don't show off your car as the car keys will be in the hands of others after you leave!

What you can show off is your health. When others are all gone, you can go anywhere, drink tea, and enjoy a healthy life. Health is our responsibility; the only thing that belongs to us in this world is our own bodies. So, take good care of it! Jaga kesehatan Anda.

(AO)

Saturday, 1 April 2017

TIGA JENIS UANG


Tulisan pendek ini saya dapatkan dari Bp Elhendri, seorang sahabat yang suka berbagi tulisan menarik lewat grup Whatsapp. Intinya, kita perlu belajar menguasai Cara Mengelola Uang. Semoga berguna untuk kita semua.
(Thomas)

Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing": Di dunia ini ada "3 jenis" uang misterius, yang semakin kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat!



Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri.



Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan! Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin, dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja gak bakal kelaparan. Meskipun kamu akan bilang, "buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!"



Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti.


Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan. Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup, bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?; Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang, tidak perlu memberikan uang pada orang tua! Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tuamu, uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin. Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua! Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia, adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua! Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!



Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal.


Asal ada uang lebih, donasikan lah itu. Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih (kurang beruntung) dari kita. Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal. Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti dirimu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.


Bagaimana Cara Cepat Jadi Boss? Klik Di Sini.