Friday, 10 February 2017

SIAPKAH ANDA MENGHADAPI MASA DEPAN?



Saya memperoleh tulisan Bapak Pambudi Sunarsihanto ini dari seorang sahabat saya melalui pesan Whatsapp. Terima kasih kepada Bp Pambudi Sunarsihanto yang berkenan berbagi dengan banyak orang. Terima kasih kepada rekan yang mengirimkan tulisan ini kepada saya. Saya share di blog ini supaya lebih banyak orang yang membacanya. Sejumlah bagian sudah saya edit supaya tanda baca dan kata-katanya bisa lebih dapat dipahami. Apabila Anda permah membacanya, mungkin Anda dapat memberikan komentar atau pendapat Anda sesudahnya. Terima kasih kepada Bpk. Pambudi Sunarsihanto yang berkenan membagikan tulisan atau pendapat ini dan kepada sahabat saya yang mengirimkan tulisan ini kepada saya. Salam sukses. (Thomas)

ARE YOU READY FOR THE FUTURE ?
SIAPKAH ANDA MENGHADAPI MASA DEPAN ?

Oleh Bp. Pambudi Sunarsihanto

Ada sebuah perusahaan bernama Garmin. Mereka memproduksi GPS navigation system yang banyak dipasang di mobil-mobil.  Pada saat itu angka penjualan mereka naik pesat selama bertahun-tahun.Tetapi ternyata tidak lama kemudian, bencana itu datang. Ternyata dunia dibanjiri smart phone. Tiba tiba orang tidak membeli lagi Garmin GPS system buat mobil lagi. Penjualan mereka pun turun drastis. Bencana ...bencana ... bencana ...?

Bencana yang sama pernah dialami Kodak pada saat orang tidak mencetak photo lagi, dialami Nokia pada saat orang tidak menggunakan telephone untuk komunikasi dengan voice (suara) lagi,
dialami Blackberry pada saat orang tidak messaging menggunakan BBM lagi, dialami perusahaan perusahaan minyak pada saat kita menginginkan alat transportasi yang ramah lingkungan, dialami kantor kantor cabang bank pada saat pelanggan tidak mau lagi ke cabang (dan lebih suka menggunakan ATM dan mobile banking), dialami bus-bus malam pada saat pelanggan lebih suka naik pesawat dengan selisih harga yang sedikit.

Contohnya sudah cukup banyak? Atau saya harus menyebutkan belasan contoh lagi?

Karena memang perubahan itu sedang terjadi di mana mana, di semua bidang, di semua industri, di semua negara. The world has changed. The world is changing. And the world will continue to change .

Charles Darwin ... dalam penelitian di pulau Galapagos menemukan sesuatu yang menarik. By the way, saya tidak percaya evolusi, tapi saya percaya pada kesimpulan Darwin yang ini, "Bahwa makhluk yang paling sukses bukannya yang paling kuat, tetapi yang mampu bertahan dengan perubahan."

Kalau kita sesuaikan dengan context jaman sekarang, ternyata bukan manusia yang paling kuat yang paling sukses, bukan manusia yang paling cakep yang paling sukses, dan bahkan
bukan yang paling pintar yang sukses (makanya juara juara 1 di sekolah kita dulu sering kali bukan menjadi yang paling sukses dalam kehidupan). Ternyata yang paling sukses adalah yang paling mampu bertahan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Nah, pada saat Kodak dan Nokia mobile phone tidak mampu bertahan, ternyata ceritanya Garmin lain banget. Ternyata meskipun waktu itu mereka jaya dengan products GPS, Garmin sudah menyiapkan products dan inovasi di bidang lain... yaitu gadgets untuk alat kesehatan dan fitness.

Jadi ternyata pada saat angka penjualan GPS system turun, mereka langsung ganti focus dan mengencangkan penjualan gadget untuk fitness and health. Tidak lama kemudian angka penjualan pun meroket lagi. Wow! Why? Because they are ready for the future! Karena mereka siap menghadapi masa depan.

Apakah Nokia mobile phone ready? No, they are not. Apakah Blackberry ready? NO. Apakah bus-bus malam ready? No. Apakah perusahaan perusahaan minyak ready? No. Padahal perusahaan-perusahaan itu mungkin dulu lebih jaya dan lebih kaya daripada Garmin. Tetapi mereka tidak ready. Dan mereka tidak mampu beradaptasi dengan perubahan!

By the way, ini bukan hanya berlaku pada perusahaan, ternyata ini juga berlaku pada diri kita dan karier kita. Dan juga untuk karier anak-anak kita kelak nanti. Sebaik apapun profesi yang kita tekuni, bidang yang kita jalani, dan industry di mana kita bekerja tetap saja ada resiko yang mengancam karier kita. Tidak ada yang pasti dalam karier kita.

So please, jangan pernah complain kepada perusahaan atau kepada atasan kita dengan mengatakan,"Saya merasa tidak ada kepastian dengan karier saya di perusahaan ini". Well, let me tell you, tidak akan pernah ada kepastian! Kalau Anda bagus, Anda akan maju, kalau tidak ya Anda tidak akan pernah dipromosi. It is as easy as that. Jangan mengharapkan kepastian.

Belasan tahun lalu banyak teman saya mendaftar ke Teknik Sipil dan berharap bahwa mereka akan menjadi Insinyur Pembangunan. Pada saat lulus ternyata ada krisis moneter dan pembangunannya direm. Kebingungan mereka.

Beberapa tahun lalu anak-anak teman teman saya pada mendaftar jurusan perminyakan karena bapaknya pada kaya kerja di perusahaan minyak. Sekarang mereka lulus, dan ternyata tidak ada perusahaan minyak yang merekrut. Boro-boro merekrut, karyawan yang ada saja di PHK. Sekarang lulusan perminyakan banyak yang mendaftar jadi agen penjualan asuransi (which is great, berarti mereka punya plan B).

Kalau Anda sekarang jadi teller, siap siap bahwa jumlah teller yang dibutuhkan akan turun (karena  banyak yang lebih suka ke ATM atau via Mobile Banking). Kalau Anda kuliah kedokteran, siap-siaplah bahwa mungkin pendapatan dokter di masa depan akan tidak sebanyak masa lalu.

Always always ... siap siap dan mempelajari trend dan bersiap untuk masa depan dengan mempelajari hal baru dan menambah differentiator Anda.

Jadi apa dong yang Anda bisa lakukan untuk mempersiapkan masa depan Anda ? What can you do to prepare for the future?

1. Continue To Perform at What You Do !
Tetap fokus pada apa yang Anda lakukan and always perform and contribute at the maxinum level.

2. Read, Watch, Observe, Learn
Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah.

3. Understand The Change That Is Happening!
Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi. Apa yang sedang berubah pada: pola pikir manusia, perilaku konsumen, bisnis, regulasi, politik, demographic trend, trend urbanisasi, digital trend?

4. Learn Something New, Increase Your Differentiators!

Anda sudah punya beberapa differentator yang mengantarkan Anda ke karier Anda sekarang.
Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain. Semuanya akan menambah differentiator Anda untuk menambah kesiapan Anda di masa depan.

5. Be Humble, Keep An Open Mind And Always Want To Learn!

Terakhir. Kita harus mengerti. We don’t know what we don’t know. Let’s be humble and open mind.

Mari kita belaiar, dari siapa saja: dari boss kita, dari customer kita, dari peer kita, dari supplier kita, dari anak buah kita, dari pegawai yang baru join di perusahaan kita. Kadang kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat kita belajar dari sudut yang lain. Let's be humble and keep an open mind.

Selamat mencoba dan semoga kita lebih siap untuk masa depan. Stay Hungry And Stay Foolish. Keep Press On Moving Forward.

Sunday, 5 February 2017

THE POWER OF NGOTOT



Saya mendapatkan tulisan ini dari grup JDG. Pada bagian awal tulisan tersebut ada keterangan: (Co pas dari Grup Leader Sumbar). Karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang menuliskan gagasan ini dan menyebarluaskannya melalui Whatsapp atau email sehingga lebih banyak orang dapat membacanya. Tulisan ini sangat penting bagi para pelaku usaha Multilevel Marketing, khususnya para pebisnis K-Link di Indonesia.  (Thomas)

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mendengar cerita dari CA. Widodo. Ya, siapa yang tidak mengenal beliau? Jaringan bisnisnya tersebar dimana-mana: Hongkong, Singapura, Macau, dll, dan 80% member K-Link Malaysia adalah jaringan beliau. Cerita dimulai ketika banyak orang yang menyebut beliau beruntung karena punya donwline yang mau jalan.

Tahukah Anda bahwa di awal menjalakan K-Link beliau sering bolak-balik Bantul-Solo hanya sekedar untuk menjual Kinotakara secara eceran? Bahkan suatu ketika beliau pernah memutuskan untuk berhenti menjalankan K-Link saat berada di Solo karena mengalami banyak penolakan dan perbekalan uangnya habis. Saat itu beliau duduk di pinggir jalan untuk istirahat sambil meratapi bisnisnya yang stagnan. Dengan susah payah ia telah berhasil mengundang sahabatnya ke BOP,  namun yang terjadi sungguh di luar dugaan; sahabat beliau bukannya percaya dengan K-Link tapi malah berteriak “NGAPUSI (bohong)” kepada pembicara Marketing Plan. Tentu Anda semua bisa membayangkan bagaimana perasaan beliau. Untungnya sebelum beranjak pulang, beliau melihat seorang peminta-minta di lampu merah. Beliau melihat bahwa semakin banyak pengemis itu menyodorkan tangannya, memang semakin banyak yang menolak, namun tidak sedikit juga yang memberikan uang receh. Di situ terjadi hukum probabilita. Beliau menyimpulkan bahwa kalau selama ini beliau mengalami banyak penolakan, berarti presentasinya kurang banyak; kalau banyak downline tidak berjalan, berarti jumlah donwline harus diperbanyak. Kejadian tersebut merupakan sebuah momentum bagi Pak Widodo untuk menjalankan K-Link dengan lebih serius sehingga beliau memiliki bisnis besar seperti sekarang.

Tahukah Anda bahwa sahabat yang berteriak “NGAPUSI” (Bohong!) di acara BOP itu kini sudah menjadi Crown Ambassador dengan 3 Crown Ambassador di bawahnya? Mungkin Anda semua heran kok bisa begitu? Terus bagaimana caranya? Jawabannya simple: itu adalah sebuah keajaiban. Kalau kita berani NGOTOT dalam kondisi apa pun, yakinlah Tuhan tidak tidur; hasil akhir tidak akan menghianati usaha.

Teman-teman, mungkin di antara Anda pernah ada yang berpikir ingin berhenti dari K-Link. Kalau Anda sudah mengalami hal itu, saya ucapkan selamat. Mungkin Anda malah bingung dengan statement saya: “kok malah diselamati?” Ya, selamat karena Anda sudah berada di jalur yang tepat; berarti Anda sudah melakukan. Anda tidak akan pernah mengalami kesulitan kalau Anda tidak bertindak. Kalau Anda sudah melakukan, tinggal perbanyak saja jumlahnya, maka Anda akan bertemu dengan orang-orang yang tepat. Hanya saja untuk menemukan orang yang tepat, Anda harus menjadi orang yang tepat bagi upline Anda. Caranya? Jadilah orang yang mau belajar dan mau diajari. Michael J Losier dalam buku The Law of Atraction  mengatakan “kemiripan akan menarik kemiripan.” Artinya, Anda akan dengan mudah menemukan “orang-orang yang tepat” kalau Anda mau bertindak  menjadi orang yang tepat.

Mari kita sejenak merenung sudah se-ngotot apakah kita; sudah memperpantas SIKAP diri sebagai partner sejati seperti apa kita? Sudahkah kita membuat impian, memakai produk, membuat daftar nama, mengundang, melakukan presentasi, mem-folow up dan menggunakan alat bantu bisnis secara maksimal bahkan dalam kondisi yang tidak mendukung sekalipun? Kalau ketujuh hal tadi sudah di-ngotot-kan, sukses tinggal menunggu waktu.

Saya belajar ngotot dari Pak Rivai Djatmika. Ketika bonus belum seberapa, beliau mau mengatar satu boks Spirulina ke Solo. Pak Deza Zulfahmi rela mengantar produk senilai Rp 850 ribu dengan biaya Rp 3,5 juta karena harus menyewa kapal untuk melintasi pulau. Pak Faizal Alkatiri mempertaruhkan nyawa membangun bisnis di daerah konflik Timor Leste, dan masih banyak lagi contoh yang tidak bisa disebut satu persatu.

Selamat berjuang teman-teman. Sukses untuk Anda...



Saturday, 28 January 2017

TIGA FAKTA MENGEJUTKAN YANG LAYAK DIPETIK DARI DAFTAR ORANG TERKAYA INDONESIA 2016


Saya menerima tulisan berikut melalui pesan Whatsapp dari sahabat saya Mas Julius Widiantoro. Menurut penuturan beliau, tulisan ini berasal dari Bp Deza Zulfahmi. Tulisan ini sangat menarik sehingga perlu saya tampilkan di sini dengan beberapa perbaikan salah ketik atau penyatuan beberapa kalimat dalam satuan paragraph. Semoga berguna bagi pembaca.

IMPOSSIBLE IS NOTHING

Dalam majalah Forbes terbaru, dirilis daftar 50 orang terkaya Indonesia. Di bawah ini saya hanya akan menampilkan 20 besar saja.

Daftar Orang Terkaya Indonesia 2016:
1. R. Budi dan Michael Hartono (Group Djarum dan BCA) – Rp 230 triliun
2. Susilo Wonowidjojo dan Keluarga (Gudang Garam) – Rp 95 triliun
3. Anthoni Salim dan Keluarga (Salim Group) – Rp 76 triliun
4. Eka Tjipta Widjaja dan Keluarga (Sinar Mas) – Rp 75 triliun
5. Sri Prakash Lohia (Indorama) - Rp 67 triliun
6. Chairul Tanjung (CT Corp) - Rp 66 triliun
7. Boenjamin Setiawan dan Keluarga (Kalbe Farma) - Rp 44 triliun
8. Tahir (Mayapada Group) - Rp 41 triliun
9. Murdaya Poo (JIExpo Kemayoran & Cipta Murdaya Group) - Rp 28 triliun
10. Mochtar Riady dan Keluarga (Lippo Group) - Rp 25 triliun
11. Theodore Rachmat (Triputra & Adaro Group) - Rp 24 triliun
12. Putera Sampoerna – Rp 24 triliun
13. Eddy Katuari (Wings) – Rp 23 triliun
14. Peter Sondakh (Rajawali Group) – Rp 22 triliun
15. Ciputra – Rp 21 triliun
16. Sukanto Tanoto (Paper One Pulp) – Rp 20 triliun
17. Rusdi Kirana (Lion Air Group) – Rp 19 triliun
18. Martua Sitorus (Wilmar International) – Rp 19 triliun
19. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (SCTV & Indosiar) – 18 triliun
20. Ciliandra Fangiono (First Resource) – Rp 18 triliun




Angka-angka kekayaan 20 orang ini memang menggetarkan. Bagi mereka, harga tanah di Sudirman yang tembus Rp 250 juta per meter persegi sungguh bukan persoalan.

Ada 3 fakta mengejutkan yang bisa dipetik dari daftar 20 orang terkaya tersebut.

1.      Super Rich Surprising Fact #1 : 90% dari 20 orang terkaya Indonesia adalah keturunan Tionghoa.

Benar, dari daftar di atas hanya 1 orang yang pengusaha pribumi yakni Chairul Tanjung. Satu lagi adalah keturunan India yakni Prakash Lohia (urutan 5). Bahkan Martua Sitorus (peringkat 18) bukan orang Batak; dia warga China yang diberi kehormatan marga Batak.

Sisanya atau 90% orang terkaya di Indonesia adalah warga Tionghoa. Angka persentase ini juga berlaku untuk daftar 50 orang terkaya.

Fakta 90% orang terkaya di Indonesia adalah warga etnis Tionghoa adalah fakta yang amat menarik. Apalagi jika mengingat bahwa populasi mereka di Indonesia hanya sekitar 3%. Just incredible.

Melihat fakta fenomenal semacam itu, apa sebaiknya respon kita?

Saya tidak tahu dengan pikiran Anda, namun mungkin lebih bijak jika memilih respon seperti ini:  “Hhmm, menarik faktanya. Bismilah saya akan belajar dari keunggulan mereka, dan bekerja keras supaya one day saya bisa sekaya mereka.”

“Think positive. Pelajari key success factors-nya dengan jernih, dan lalu berjuang untuk mereplikasi pencapaian yang amazing semacam itu.”

Itulah mindset yang dulu mungkin juga dipegang oleh Chairul Tanjung. Daripada protes dan menyalahkan situasi, dia bekerja keras, dan akhirnya membuktikan bisa masuk dalam daftar 20 besar.

Prestasi yang amat impresif ini (3% populasi menduduki 90% orang terkaya se-Indonesia) selayaknya memacu siapa pun warga Indonesia untuk juga bisa seperti mereka. Berjuang agar menjadi “super tajir” dan mampu menyediakan ratusan ribu lapangan kerja buat sesama.

2.      Super Rich Surprising Fact #2 : Mantan Calo Jadi Miliuner

Dari daftar di atas, sebagian memang ada yang kaya karena warisan orang tua (contoh Anthony Salim dan Putra Sampoerna). Namun “lebih banyak yang memulai dari nol dengan tenaga sendiri.”

Eka Tjipta Wijaya memulai bisnisnya dengan cara yang sangat bersahaja: keliling sepeda di kota Makassar untuk jualan permen dan biskuit. Keliling naik sepeda ontel ! Kegigihan dan daya juang kelas dewa yang membuat dia jadi seperti sekarang.

Chairul Tanjung memulai bisnisnya sejak mahasiswa dengan jualan buku dan fotocopy catatan kuliah. Lalu keliling menawarkan kepada teman-temannya. Dia merangkak dari bawah.

Namun yang paling mengejutkan adalah pendiri Lion Air. Mungkin tak banyak yang tahu, Rusdi Kirana memulai karir usahanya sebagai calo tiket di Bandara Halim pada tahun 80-an. Jalan keliling di sekitar bandar, menjajakan tiket kepada calon penumpang dengan baju dekil.

Pelan-pelan usahanya maju: dari calo keliling menjadi agen penjualan tiket. Lalu di tahun 2000 ia beli satu pesawat bekas. Dan kini ia punya 200 pesawat Boeing terbaru, dengan kekayaan Rp 19 triliun.

“Impossible is nothing.”

Kegigihan dan daya juang adalah kunci. Meski memulai dari nol, Anda bisa sukses asal punya daya resiliensi dan percaya akan “keajaiban rezeki”.

Anda bisa menjadi miliuner meski harus merangkak dari bawah : entah dari jualan biskuit sambil naik sepeda ontel, atau menjajakan tiket pesawat di jalanan berdebu kepada calon pelanggan.

3.      Super Rich Surprising Fact #3 : 10% Menguasai 90%

50 orang yang mengisi daftar orang terkaya Indonesia itu mungkin menguasai hingga 90% aset ekonomi bisnis yang ada di tanah air.

Itu sejalan dengan prinsip Pareto : di dunia ini selalu terjadi kecenderungan 10 – 20% populasi akan mengontrol 70 hingga 90% output.

Seperti biasa, “orang dengan mentalitas miskin dan mindset negatif akan langsung bicara blah-blah tentang ketimpangan sosial, kesenjangan-lah dan aneka bullshit lainnya.”

Mereka seperti biasa juga akan mengumpat: yang kaya makin kaya dan blah-blah lainnya.

Tak ada yang salah dengan aneka respon semacam itu.

Namun  “apakah dengan memaki-maki kedaan, Anda akan menjadi miliuner?”  Rasanya tidak.
“Ngomel-ngomel dan sok kritis (namun zero action) hanya akan membuat nasib kita terus berkubang dalam kenestapaan yang kelam.”

Sebaliknya, orang dengan mentalitas kaya dan mindset positif akan komen seperti ini : “Hhmm, amat menarik 10% orang terkaya menguasai 90% aset ekonomi. Bismilah, saya akan berjuang supaya menjadi yang 10%.”

“Agar saya bisa lebih banyak berbagi harta kepada yang lebih membutuhkan. Agar saya bisa memberikan dana Rp 100 milyar untuk membiayai pendidikan anak-anak kurang mampu.”

Syukur Anda bisa seperti orang terkaya dunia yaitu Bill Gates yang akan menyedekahkan 99% kekayaannya untuk amal kemanusiaan.

Yang muram adalah saat melihat fakta 10% orang terkaya menguasai 90% aset ekonomi bisnis, muncul banyak komentar nyinyir dan serba menyalahkan keadaan.

Ingat! “ORANG dengan MENTALITAS KAYA SELALU akan THINK POSITIVE and TAKE ACTIONS (bukan sekedar complain)!”

Orang sukses yang positif akan terus berjuang untuk membangun imperium bisnis yang kokoh, membuat produk yang "WOW" secara kreatif demi menciptakan aliran rezeki yang masif dan mencetak ribuan lapangan kerja.

Demikianlah, 3 fakta mengejutkan yang layak dipetik dari daftar orang terkaya Indonesia 2016.